NASIONAL

Din Syamsudin : Umat Ibadah ke Masjid Dilarang, Orang Berkerumun Dibiarkan !

PALEMBANG CEMERLANG — Pendakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) menyatakan patuh terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Terkait larangan beribadah secara berjamaah di masjid selama pandemi  (Covid-19) berlangsung. Ia mengutip Alquran Surat An-Nisa ayat 59 tentang kewajiban taat kepada Allah SWT, Rasul SAW, ulama, dan pemimpin. Menurutnya, MUI adalah pihak yang harus ditaati umat Islam Indonesia.

“Saya percaya kepada MUI dan khusus Mesir, karena saya alumni Al-Azhar, saya sebagai orang awam tidak berilmu ikut guru-guru kami di Azhar yang pada 15 Maret 2020 tentang gugurnya Salat Jumat dan Fardu,” kata UAs Somad dalam video yang diunggah akun Youtube Ustadz Abdul Somad Official beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin justru sangat menyayangkan dan meminta semua pihak dapat berkeadilan dan tak tebang pilih dalam proses pelaksanaannya. Ia pun meminta agar pemerintah konsisten menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

Baca Juga  Berita Gembira, Pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 1.254 orang

“Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam salat jemaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,” kata Din  seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (19/5).

Ia berharap umat Islam Indonesia dapat memberikan teladan dan menahan hawa nafsu agar tak melanggar anjuran tersebut. “Kepada umat Islam, sebagai warga negara yang baik, untuk selalu menampilkan teladan yg baik. Biar pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan,” kata Din.

Din juga meminta agar seluruh umat Islam menjelang hari akhir Ramadan tahun ini makin mendekatkan diri kepada Allah. Ia menganjurkan untuk selalu berdoa agar mendapatkan ampunan sehingga terbebas dari Wabah Corona, dan dari marabahaya dan malapetaka.

Sementara itu, Kepala Gugus Tugas Doni Monardo menjelaskan jika sampai saat ini, pemerintah pusat belum menerbitkan larangan salat Idul Fitri berjamaah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 masih sekadar mengingatkan bahwa salat berjemaah berisiko terjadi penularan virus corona. Dan mengenai salat berjemaah di tempat ibadah, sejumlah pemerintah daerah melarang itu dilakukan. Terutama di wilayah zona merah yang sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak corona mewabah.

Baca Juga  Peluang Bisnis Makanan Olahan Siap Saji Justru Kian Terbuka Saat Pandemi Covid-19

“Terkait salat Id kami dapat laporan dari beberapa daerah masih ada masyarakat yang menyelenggarakan ibadah. Mohon dimaklumi ini sebagai suatu hal yang menimbulkan risiko. Kami sudah jelaskan juga ke MUI tentang risiko apabila masyarakat melakukan pertemuan di tempat ibadah maupun tempat publik lain,” ujarnya seraya mengatakan jika jauh hari sebelum ini pun, PBNU dan PP Muhammadiyah sudah mengimbau kepada umat Islam untuk menjalankan salat Id di rumah masing-masing. Begitu pula dengan kegiatan ibadah lainnya di bulan Ramadhan.

Editor : Abu Pasha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close